♥UKHUWAH♥

August 4, 2009

MANUSIA

ღKeInDaHaN y KuCaRiღ

Masing-masing mempunyai kehebatan masing-masing.
Masing-masing mempunyai kekuatan masing-masing.

Tetapi, masing-masing juga ada kelemahan masing-masing. Walau sehebat manapun mereka, manusia yang bergelar insan tersebut mempunyai had kekuatan mereka. Atau kadang-kadang pemikiran yang hebat si insan sedikit terlarut dengan suasana kengarutan yang ada di sekitarnya.

Sedangkan sahabat-sahabat RasuluLlah SAW sendiri pernah mengadu tentang kelemahan iman mereka, kadang-kadang... Apatah lagi insan yang biasa yang sudah jauh dari zaman Rasul yang mulia. Sudah pasti ujian dan godaan yang diterima lebih hebat lagi secara relatif kerana dirinya yang jauh, bahkan sangat-sangat jauh dari sumber kekuatan yang langsung (Nabi Muhammad SAW).

Iblis berkata:

"kemudian akan ku datangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)"

(al-A'raf, 7:17)

Dan sejurus selepas itu Adam AS telah melakukan satu kesilapan yang besar. Seorang Nabi yang agung, yang merupakan bapa kepada sekalian manusia, telah melakukan satu kesilapan yang besar.

"Maka syaitan memujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: 'Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?' "

(7:22)

Tetapi kesilapan tersebut telah ditutupi dengan satu pengakuan yang benar, dan taubat yang haq:

"Mereka berdua berkata: Wahai Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami dan sekiranya Engkau tidak mengampunkan dosa kami, nescaya kami termasuk orang-orang yang rugi"

(7:23)

Ya Allah, ampunkanlah kesilapan kami...(T_T)

Namun demikian, kita kadang-kadang tak perasan kesilapan kita. Jadi sahabat-sahabat yang budiman menjadi standard yang akan "check and balance" tindakan kita. Begitu indahnya adanya sahabat-sahabat yang budiman yang menegur segala kesilapan kita. Seperti halnya 'Umar atau Abu Bakar yang akan diingatkan oleh sahabatnya dengan pedang jika dia terpesong dari jalan Allah ketika menjadi khalifah.

Manisnya perasaan saling berkasih-sayang ini, yang wujud di dalam nidzamul usrah sehingga mencapai tahap: "...saudara yang diberi nasihat itu bersedia serta sanggup menerima nasihat dari saudaranya tadi dengan sukacita dan gembira dan memberi terima kasih atas nasihatnya itu. Saudara yang memberi nasihat itu pula janganlah berubah hati terhadap saudaranya yagn tersilap tadi walaupun perubahan perasaan hati sejarak sehelai rambut sekalipun" (al-Banna, Usrah dan Da'wah).

Uhibbukum fiLlah~

No comments: